Sen. Mar 30th, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

5 Obat Anti Corona, Termasuk Obat Malaria Klorokuin

2 min read
5 Obat Anti Corona

5 Obat Anti Corona, Termasuk Obat Malaria Klorokuin

Liputandetik.com, Jakarta – 5 Obat Anti Corona, Termasuk Obat Malaria Klorokuin. Semenjak virus corona COVID-19 menyebar ke penjuru dunia, beberapa ilmuwan di beberapa negara sudah berlomba untuk temukan obat atau vaksin dari penyakit ini. Beberapa negara juga akui sudah sukses temukan obat dari penyakit yang sudah menginfeksi lebih dari 160.000 orang di dunia.

5 Obat Anti Corona, Termasuk Obat Malaria Klorokuin. Tetapi menurut dr Dyah Agustina Waluyo, Sekretaris Satgas Virus Corona COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), sampai sekarang sebetulnya belum ada obat yang detil untuk menyembuhkan virus ini terhitung klorokuin.

“Belumlah ada obat spesial untuk virus ini. Semua diobati sesuai dengan tanda-tanda. Demam dikasih obat demam, pilek batuk dikasih obat pilek batuk, jika ia sampai tidak berhasil napas ya pasti gunakan ventilator,” papar dr Dyah di Sekretariat PB IDI, Jakarta, Senin (16/3/2020).

Baca Juga : Daftar Negara yang Lockdown Imbas Corona, Malaysia dan Prancis

Dikumpulkan dari beberapa sumber, berikut 5 analisa atau riset yang dikerjakan oleh beberapa ilmuwan dari beberapa negara dalam temukan obat virus corona.

  1. Tocilizumab

    Tocilizumab atau yang lebih diketahui jadi obat radang sendi diakui bisa menolong proses pengobatan pasien virus corona. Ini dibuktikan dengan riset serta uji klinis yang dikerjakan oleh ilmuwan di China pada pasien serta sudah memperlihatkan hasil yang positif.

    Saat diuji-coba obat ini memberi dampak melakukan perbaikan kerusakan paru karena virus. Tetapi, sayangnya obat ini belum memperoleh kesepakatan dari National Medical Product Administration untuk digunakan pada pasien virus corona.
  2. Remdesivir

    Organisasi kesehatan dunia (WHO) menjelaskan jika remdesivir berpotensi kemanjuran klinis pada virus Ebola serta infeksi filovirus. Disamping itu, obat ini awalnya sempat dipakai dalam penyembuhan SARS, serta dapat dibuktikan efisien dalam proses pengobatan pasien.

    Saat dikerjakan riset lewat eksperimen laboratorium oleh beberapa ilmuwan di China, Remdesivir memperlihatkan hasil yang positif untuk menantang virus corona. Serta China sudah ajukan hak paten obat ini pada 21 Januari tempo hari.
  3. Favilavir

    Pada Minggu (16/2) lantas, pemerintah Taizhou di Propinsi Zhejiang, China menginformasikan jika favilavir jadi antivirus untuk virus corona serta membuatnya jadi obat COVID-19 pertama yang sudah di setujui dengan resmi.
  4. Klorokuin fosfat

    Wakil Kepala Pusat Peningkatan Bioteknologi Nasional China, Sun Yanrong dalam pertemuan wartawan, pada Selasa (18/2), mengatakan klorokuin memiliki dampak pengobatan khusus pada penyakit virus corona. Ini diketahui sesudah dilakukan beberapa jenis uji klinis di dalam rumah sakit di China.

    Serta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga memberi dukungan beberapa akademisi serta instansi di Jawa Barat terutamanya untuk mempelajari serta meningkatkan klorokuin fosfat jadi obat virus corona.
  5. Actemra

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Iran menginformasikan jika pengujian obat ‘actemra’ pada pasien virus corona dengan tanda-tanda berat, sudah memperlihatkan hasil yang positif. Tidak main-main menurut dia obat itu dapat turunkan tanda-tanda dari penyakit ini cuma dalam tempo 48 jam.

    Kemenkes Iran juga menerangkan eksperimen actemra selalu dikerjakan pada beberapa pasien yang lain. Jika Dampak yang dibuat relatif baik pada tiap pasien, actemra akan dimasukkan ke daftar obat-obatan negara.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik