Sen. Mar 30th, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Alasan Virus Corona Menyebar dengan Cepat

3 min read
Alasan Virus Corona Menyebar

Alasan Virus Corona Menyebar dengan Cepat

Liputandetik.com, Jakarta – Alasan Virus Corona Menyebar dengan Cepat. Masalah Virus Corona COVID-19 di penjuru dunia, sampai Minggu (15/3/2020), sudah sampai 156.396, dengan pasien pulih sekitar 73.966 orang. Sedang angka kematian karena Virus Corona COVID-19 dengan global, tertera sekitar 5.833 jiwa.

Alasan Virus Corona Menyebar dengan Cepat. Ditengah-tengah wabah COVID-19, beberapa periset mencari apa yang membuat virus ini menebar dengan gampang hampir ke penjuru dunia. Beberapa analisa genetik serta struktural sudah mengenali feature kunci dari virus –protein di permukaannya– yang kemungkinan bisa menerangkan kenapa COVID-19 menginfeksi sel manusia dengan gampang.

Barisan lain sedang menyelidik lewat pintu mana Virus Corona tipe baru ini tembus jaringan manusia -reseptor pada membran sel. Baik reseptor sel serta protein virus tawarkan sasaran prospek buat obat untuk memblok patogen, tapi beberapa periset menjelaskan itu masih begitu awal dinyatakan.

“Mengerti penyebaran virus ialah kunci penetapan serta mencegah di hari esok,” kata David Veesler, seorang pakar virologi struktural di Kampus Washington di Seattle, seperti diambil dari situs Nature.

Baca Juga : 5 Obat Anti Corona, Termasuk Obat Malaria Klorokuin

COVID-19 ini menebar tambah lebih gampang daripada Virus Corona lain pemicu SARS. Di bawah ini keterangan yang diketemukan beberapa periset:

  1. Penyerbu Berduri

    Untuk menginfeksi sel, Virus Corona baru ini memakai protein ‘jarum’ yang mengikat membran sel, satu proses yang diaktifkan enzim sel khusus. Analisa genom dari virus ini mengutarakan lonjakan protein tidak sama dari kerabat dekat, serta memperlihatkan jika protein itu mempunyai tempat di atasnya yang diaktifkan enzim sel inang yang disebutkan furin.

    Ini penting sebab furin diketemukan di beberapa jaringan manusia, terhitung paru-paru, hati, serta usus kecil, yang bermakna virus itu mempunyai potensi menyerang banyak organ, kata Li Hua, seorang pakar biologi struktural di Kampus Sains serta Tehnologi Huazhong Wuhan, China.

    Penemuan ini bisa menerangkan gejala-gejala yang dilihat pada seorang dengan Virus Corona, seperti tidak berhasil hati, kata Li, yang turut menulis analisa genetik virus yang diupload pada server pracetak ChinaXiv pada 23 Februari. SARS serta Virus Corona lain dalam genus yang sama juga dengan virus baru tidak mempunyai situs aktivasi furin, tuturnya.

    Pakar virus dari Kampus Cornell, Gary Whittaker menjelaskan, tempat aktivasi furin “tempatkan virus benar-benar tidak sama untuk SARS dalam soal masuknya ke sel, serta kemungkinan memengaruhi kestabilan virus serta penyebaran,” tuturnya. Teamnya menerbitkan analisa struktural lain dari lonjakan protein virus corona pada bioRxiv pada 18 Februari.

    Kelompok-kelompok lain sudah mengenali tempat aktivasi yang sangat mungkin virus menebar dengan efektif antara manusia.
  2. 10 Kali Lebih Kuat

    Team Li lihat molekul yang dapat menghambat furin, yang dapat diselidiki jadi therapy yang sangat mungkin. Tapi riset terhalang pandemi yang makin meluas. Li tinggal di universitas serta sekarang ia salah satu anggota yang bisa terhubung laboratorium teamnya.

    Barisan McLellan di Texas sudah mengenali feature lain yang bisa menerangkan kenapa virus corona baru benar-benar sukses menginfeksi sel manusia. Uji coba mereka sudah memperlihatkan jika lonjakan protein terikat dengan reseptor pada sel manusia – diketahui jadi angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) – minimal sepuluh kali lebih kuat dibanding lonjakan protein pada virus SARS.

    Team Veesler temukan lonjakan protein terikat dengan afinitas tinggi pada reseptor ACE2, yang memperlihatkan reseptor ialah sasaran prospek lain untuk vaksin atau therapy. Contohnya, obat yang menghalangi reseptor kemungkinan membuat virus corona lebih susah tembus sel.
  3. Tidak Bisa Diperkirakan

    Tapi beberapa periset waspada berkaitan bagaimana peranan tempat atau situs aktivasi dalam menggerakkan penebaran virus corona lebih gampang.

    “Kami tidak paham apa ini bisa menjadi permasalahan besar atau mungkin tidak,” kata Jason McLellan, seorang pakar biologi struktural di Kampus Texas.

    Whittaker menjelaskan studi dalam mode sel atau hewan dibutuhkan untuk mengetes peranan situs aktivasi.

    “Virus corona tidak bisa diperkirakan, serta tesis yang baik seringkali menjadi salah,” tuturnya.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik