Thu. Dec 12th, 2019

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Gantian Argentina dan Brazil Kena Ancam Donald Trump

2 min read

Liputandetik, Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (3/12/2019) menuduh Argentina dan Brazil telah merugikan petani AS dengan melakukan manipulasi mata uang. Dia pun mengancam bakal mengenakan tarif produk baja dan alumunium untuk membalas hal itu.

Dikutip dari Time, Selasa (3/12/2019), Donald Trump pun juga meminta bank sentral Amerika Serikat untuk mengambil tindakan agar negara lain tidak melemahkan mata uang secara disengaja. Kedua negara Amerika Selatan tersebut merupakan bagian dari sekutu AS yang dikecualikan Trump dari tarif baja dan aluminium pada Maret 2018 lalu.

“Brasil dan Argentina telah melakukan devaluasi besar-besaran mata uang mereka, hal itu tidak baik untuk petani kita. Karenanya, segera berlaku, saya akan mengembalikan tarif untuk semua produk baja dan aluminium yang dikirimkan ke AS dari negara-negara tersebut,” ujar Trump dari akun twitternya.

Baca juga : Jay Weinberg slipknot dinobatkan drummer heavy metal terbaik di dunia

Sebagai informasi, Argentina saat ini tengah menghadapi krisis ekonomi dengan inflasi yang melejit, tingkat utang yang tinggi, kemiskinan meningkat dan nilai tukar mata uangnya pun merosot tajam. Padahal Presiden Mauricio Macri yang telah menjabat sejak 2015 lalu menjanjikan bakal mendorong ekonomi negara tersebut jadi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia. Macri pun telah kalah dalam pemilu Oktober ini dan meninggalkan kantornya pekan depan

Tak jauh berbeda, Brazil juga menghadapi situasi yang kurang lebih sama. Negara tersebut masih menghadapi masalah pengangguran double digit. Selain itu, selama tiga tahun berturut-turut ekonomi Brazil hanya tumbuh di kisaran 1 persen, diikuti dengan resesi selama dua tahun berturut-turut. Menurut Trump, seharusnya Federal Reserve harus menindak kedua negara Amerika Selatan tersebut. Trump mengatakan, kedua negara tersebut tidak terus memanfaatkan kuatnya dollar AS dengan melemahkan mata uang mereka.

Devaluasi mata uang secara sengaja membuat industri manufaktur dan petani AS sengsara. “Turunkan suku bunga dan longgarkan Fed,” ujar dia kepada bank sentral AS itu. Trump pun telah berulang kali menyudutkan Gubernur The Fed Jerome Powell, atas kepemimpinannya. Sebab, Powell tidak memangkas suku bunga sebanyak yang diinginkan Trump.

Pada pertemuan terbarunya, pada Oktober, Federal Reserve memangkas suku bunga jangka pendek untuk ketiga kalinya tahun ini untuk mencoba mendukung ekonomi A.S. Namun demikian, pihaknya merencanakan tidak ada pemotongan suku bunga lebih lanjut tanpa bukti yang jelas tentang prospek ekonomi AS yang memburuk.

Baca juga : Google tawarkan hadiah rp 14 miliar buat bobol smartphone Pixel

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *