Sel. Jan 21st, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Donald Trump Naikkan Usia Pembeli Vape dan Rokok Jadi 21 Tahun

2 min read
Donald Trump Naikkan Usia

Donald Trump Naikkan Usia Minimal Pembeli Vape dan Rokok Jadi 21 Tahun

Liputandetik.com, Indonesia – Donald Trump Naikkan Usia Minimal Pembeli Vape dan Rokok Jadi 21 Tahun. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan umur minimal membeli rokok menjadi 21 tahun dari sebelumnya 18 tahun. Hukum ini berlaku buat rokok konvensional serta elektrik atau vape.

Donald Trump Naikkan Usia Minimal Pembeli Vape dan Rokok Jadi 21 Tahun. Disampaikan ABC News, peraturan ini ditandatangani bertepatan dengan kesepakatan Presiden Trump pada RUU berbelanja negara AS. Dengan adanya ini, satu orang berumur dibawah 21 tahun dilarang beli produk tembakau serta vape.

Peraturan ini di dukung dengan bipartisan oleh partai penguasa (Republik) serta oposisi (Demokrat). Pemicunya ialah kecemasan bertambahnya penggunaa nikotin di golongan anak muda, dan efek kesehatan di produk rokok elektrik.

“Pemakai rokok elektronik di golongan pemuda sudah benar-benar melejit, hingga saya dengan adanya ini sah mengumumkan jika pemakaian rokok elektronik di AS ialah wabah di Amerika Serikat,” tegas Surgeon General AS Jerome Adams.

Surgeon General adalah ujung tombak dari masalah kesehatan warga AS. Faksi Surgeon General juga telah meluncurkan informasi berkaitan beraneka macam rokok elektrik, seperti berbentuk USB.

Berdasar survey paling baru, 12,5 % anak SMP di AS akui menggunakan produk tembakau, serta untuk anak SMA sekitar 31 %. Pada 2018, 1 dari 5 anak SMA pernah coba rokok elektrik.

Baca Juga : Dofida dan Noifasui, Dua Nama Bintang Baru yang Menghiasi Angkasa

Selesai mendapatkan kesepakatan presiden, peraturan baru ini akan berpengaruh dalam sembilan bulan. Sepanjang enam bulan Administrasi Makanan serta Obat AS akan mengupdate regulasinya, serta ketentuan akan berjalan tiga bulan sesudahnya.

RUU meningkatkan umur merokok ini diserahkan Senator konservatif Mitch McConnell serta Team Kaine. Donald Trump sendiri, walau polemis, adalah figur yang anti pada minuman keras serta rokok.

Vape Versus Rokok

Satu diantara alasan perusahaan vape ialah ingin kurangi jumlahnya perokok di AS dengan memberi pilihan berbentuk rokok elektrik. Namun, bidang kesehatan mengatakan rokok elektrik masih beresiko meskipun lebih rendah dibandingkan rokok yang dibakar.

“Rokok elektrik sama candunya dengan rokok biasa,” tutur Fontaine.

Perusahaan vape JUUL mengatakan penjualan produknya melejit 600 % dalam beberapa waktu paling akhir. Faksi JUUL juga mengatakan siap hentikan penjualan rasa vaping yang terkenal di golongan beberapa anak muda.

Faksi Surgeon General juga masih ingin menantang vape yang memiliki kandungan nikotin. Masalahnya vape dipandang membuat beberapa beberapa anak muda lebih mudah coba nikotin serta pada akhirnya ketagihan.

“Beberapa produk vape memakai nikotin tipe salt yang membuat nikotin level tinggi jadi lebih gampang dihirup serta dengan iritiasi lebih rendah,” jelas kantor Surgeon General AS.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik