Sen. Jan 20th, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Ekonom Senayan dan Barisan Para Mantan jadi Pembisik Prabowo Subianto

3 min read
prabowo subianto

Ekonom Senayan dan Barisan Para Mantan jadi Pembisik Prabowo Subianto

Liputandetik.com – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto banyak membaca segala hal yang berhubungan dengan ketahanan pangan dan kekuatan, sumber energi alam (SDA) dan keadaan susah lingkungan hidup, serta pembangunan infrastruktur. Prabowo juga menganalisis berita-isu yang berkaitan dengan tema-tema itu. Dia wajib merajai tema yang akan diperdebatkan di ronde kedua debat capres 2019 yang akan digelar akhir pekan ini.

Asupan materi tak hanya didapatkan dari membaca. Ahli-pakar ekonomi silih berganti datang untuk memberikan usul pada Prabowo. Nama si kecil buah Presiden Jokowi, eks Menteri Tenaga dan Sumber Tenaga Mineral (ESDM) Sudirman Said, berada di barisan paling depan yang memberi usulan khusus untuk situasi susah bidang tenaga. Ada juga nama politisi Partai Gerindra, Ramson Siagian yang didaulat sebagai juru debat Prabowo-Sandiaga khusus persoalan daya dan sumber kekuatan mineral (ESDM).

“Persiapannya oke, beda dengan Jokowi. Jokowi kan jelas punya janji yang enggak dapat ia selesaikan,” ujar Ramson ketika berbincang dengan merdeka.com.

Dia tidak menyebut komitmen Jokowi di bidang daya yang masih luput hingga ketika ini. Ramson cuma menerangkan bahwa Prabowo mempunyai visi misi bidang tenaga yang jauh ke depan. Ketahanan energi yang kompetitif semestinya tersedia untuk rakyat Indonesia. Harga yang proporsional dan tak membebani rakyat.

“Perkembangan pembangunan itu terang memerlukan tenaga, pertumbuhan ekonomi juga hampir paralel dengan pertumbuhan permintaan kekuatan. Hanya daya yang bagaimana, terus bagaimana keseimbangan nya itu sudah ada di visi beliau,” ujar Ramson.

“Beliau telah paham benar ingin diarahkan ke mana tenaga nasional nantinya. Pak Prabowo sudah jauh lebih tahu,” ujar Ramson.

Pasokan data bidang kekuatan dikasih ke Prabowo. Mulai dari impor minyak sampai subsidi bidang tenaga. Semua dilahap habis. Berdasarkan Ramson, menganalisa data itu bukan kondisi susah berat untuk mantan Danjen Kopassus. Tim Prabowo mengandalkan tim dari Senayan alias para anggota DPR.

“Kita harus low profile. Pak Prabowo itu telah memahami, telah punya visi soal energi, jadi saya hanya di BPN dan aku memang di Komisi daya. Melainkan apabila soal data-data paling diberikan usul gitu saja,” ucapnya.

Untuk persoalan yang berhubungan dengan pangan, sederet nama anggota DPR Komisi IV dari fraksi partai koalisi, turut andil memberikan bisikan materi. Ucap saja sebagian nama, Viva Yoga Ana dari Partai Amanat Nasional (PAN), Herman Khaeron dari Partai Demokrat, Andi Akmal Pasluddin dari PKS. Termasuk Edhy Prabowo yang disebut-ucap mempunyai pemahaman mendalam untuk bidang pangan.

“Kita akan konsentrasi pada beberapa hal terutamanya pangan. Yang jelas seluruh jadi perhatian read more bahwa bukan tak mungkin nanti Pak Jokowi lebih banyak bilang infrastruktur yang diwujudkan, namun kami lihat ketahanan pangan menjadi salah satu hal yang harusnya benar-benar perhatian di situ,” jelas Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Ledia Hanifa.

Jajaran ekonom yang juga memperkuat Prabowo untuk pembahasan bidang ekonomi antara lain eks menteri perekonomian era Gus Dur, Rizal Ramli dan eks Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah yang sekarang sebagai dewan pakar Partai Gerindra. Pembicaraan dengan para ekonom dilaksanakan sebagai masukan bagi Prabowo untuk memilah materi-materi yang penting untuk diperkenalkan dalam debat yang waktunya terbatas.

“Kita baru merumuskan mana yang lebih mudah, hakekatnya Pak Prabowo bacaan nya banyak, hanya nanti yang disajikan kan sedikit. Jadi kita memilah, mana nih yang lebih gampang diberi tahu,” sebutnya.

Juru Debat BPN pakar infrastruktur Suhendra Ratu Prawiranegara membantu Prabowo menyiapkan data soal infrastruktur. Tapi ia tidak sendiri. Ada satu orang yang pernah menjabat staf khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Pembangunan Rakyat, bergabung untuk memberi masukan soal infrastruktur.

“Jadi aku mengenal persis perihal infrastruktur. Nah memang aku acap kali dihasilkan rujukan atau dimintai pendapat oleh regu BPN untuk bidang infrastruktur,” jelasnya.

Malahan, kata dia, ada tim khusus yang konsentrasi menyiapkan beraneka-ragam data dan dilema di bidang infrastruktur. Regu itu tak cuma dihuni oleh member badan pemenangan saja, tetapi juga dari akademisi. Cuma saja ia masih malu-malu menyebutkan nama-nama akademisi yang terlibat menjadi pembisik Prabowo.

“Yang mensupport kita secara tidak formal itu banyak, jangankan dari kalangan akademisi, dari kalangan birokrat saja banyak. Hanya kita tidak berkeinginan menyebutkan sebab kita mau menjaga identitas mereka. Sebab mereka ingin untuk berkontribusi untuk kepentingan negara ini. Pak Kwik (Kwik Kian Gie) juga sebagai advisor ” katanya.

Tim ini intens bertemu Prabowo jelang debat kedua. Tak cuma memberi masukan, tetapi juga menyusun materi untuk dipersembahkan di panggung debat.

“Senantiasa ada pertemuan dengan Pak Prabowo, jadi yang saya sampaikan tadi bahwa tim hal yang demikian telah memberikannya jauh hari,” sebutnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik