Jum. Jan 24th, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Ganja Medis Beda dengan Daun Ganja

2 min read
Ganja Medis

Ganja Medis Beda dengan Daun Ganja

Liputandetik.com, Jakarta – Ganja Medis Beda dengan Daun Ganja. Beberapa negara yang sudah melegalkan ganja untuk kepentingan medis pada akhirnya resmi mengizinkan pemakaian ganja rekreasi seperti Uruguay dan Kanada. Di Kanada, masyarakat yang sudah berumur 18 tahun diperbolehkan membeli sampai 30 gram ganja dan rumah tangga boleh menanam paling banyak 4 pohon ganja.

Ganja Medis Beda dengan Daun Ganja. Di Indonesia, ganja terhitung dalam narkotika kelompok I yang pemakaiannya benar-benar hanya terbatas bahkan juga untuk riset medis sekalipun. Periset dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), dr Danang Ardiyanto, menjelaskan riset soal ganja ini menjadi rintangan karena ada resikonya penyimpangan bila nantinya akan berencana dilegalkan.

“Kita memperhitungkan risk-benefitnya. Risk masih semakin besar dibanding keuntungannya. Persoalan yang penting ialah pada susahnya pengaturan serta pengawasan,” katanya pada liputandetikcom waktu lalu.

Baca Juga : Video Seorang Anak di Surabaya Dianiaya Tetangga

Danang memperhitungkan sekarang penyimpangan banyak berlangsung sebab ganja semakin gampang didapati di pasar gelap serta walau ada undang-undang yang mengendalikan peredarannya, tetap susah dikontrol.

Selain itu pelegalan ganja medis yang diharapkan oleh Yayasan Sativa Nasional (YSN) ialah ganja berupa obat. Bukan ganja yang masih berupa tanaman serta dapat diambil demikian saja seperti sayuran biasa.

“Ini kan bukan pembicaraan di antara ketakutan untuk piknik atau ketakutan tidak berdasarkan sebab belumlah ada ketentuan mengenai pemakaian tanaman ganja jadi bahan baku obat. Bukan tanaman ganja langsung seperti kangkung langsung dikonsumsi begitu, tidak,” ucap Direktur YSN, Inang Winarso.

“Masalah ketakutan kelak digunakan piknik, itu kan jika ditanam seperti jahe, kunyit yang dapat ditanam di semua pekarangan. jika jadi bahan baku obat ya tidak dapat semacam itu,” sambungnya.

Nanti, dia inginkan supaya ganja untuk penyembuhan telah ada berbentuk tablet, kapsul, atau sediaan yang lain. Hal tersebut sebagai tanggung jawab Kementerian Kesehatan apabila instansi itu mempererat distribusi, dia yakini yang akan datang tidak akan ada penyimpangan.

Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4743371/sama-sama-ilegal-di-indonesia-ganja-medis-beda-dengan-daun-ganja-lho

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik