Sab. Jan 18th, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Ibu Buang Anak, Psikolog Ucap Stres Pacu Perasaan Tega

3 min read
Ibu Buang Anak

Ibu Buang Anak, Psikolog Ucap Stres Pacu Perasaan Tega

Liputandetik.com, Jakarta – Awal minggu ini mass media ramai menyampaikan seseorang ibu tega buang anak kandungnya di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin (29/7/2019).

Didapati, bayi lelaki itu mempunyai keadaan kesehatan kurang baik, yaitu susah buang air kecil. Mengakibatkan, bayi itu seringkali menangis sebab kesakitan serta membuat ibunya sering alami sakit kepala.

Tidak itu saja, sang bayi juga dirujuk ke puskesmas untuk perlakuan medis, tetapi sebab terbatasnya permasalahan ekonomi membuat bayi itu harus alami nasib ditinggal oleh ibunya.

Menanggapi kejadian itu, psikolog asal Solo, Hening Widyastuti mengutarakan jika masalah ibu yang buang anak bisa dilihat dari unsur ekonomi serta psikologis.

“Dilihat dari unsur ekonomi, si ibu (sedang) dalam kondisi dan situasi ekonomi susah, tertekan dibawah garis kemiskinan. Sesaat dari unsur psikologis, ada banyak hal, diantaranya single parent ditinggal suami dengan keadaan ekonomi yang berat serta jalinan tidak serasi dengan pasangan,” tutur Hening waktu dihubungi Kompas.com pada Kamis (1/8/2019).

Menurut Hening, saat keadaan psikologis tidak serasi mengakibatkan depresi serta stres berat pada si ibu.

Depresi serta stres ini memunculkan kericuhan dalam berpikir. Hingga membuat aktor tidak dapat berpikir jernih, yang pada akhirnya tega buang anak kandungnya.

Baca Juga : Konsumsi Semangka Yang Retak Bisa Bikin Kanker, Faktanya?

Hening menyangka, si ibu adalah figur pendiam yang tidak terlatih mencurahkan persoalan hidupnya pada orang.

“Mungkin si ibu type pendiam, semua beban hidup cuma di rasa serta dipikir sendiri yang selanjutnya pemikiran si ibu tidak mampu untuk menyimpan semua persoalan hidup. Pada akhirnya stres, sampai mengambil ketetapan yang tidak manusiawi dengan buang anak,” jelas Hening ungkap dugaannya.

Hening mengatakan, jika satu orang terus memendam emosi serta pemikiran untuk diri kita karena itu lama-lama permasalahan itu akan menggunung serta tidak teratasi. “Dengan begitu, si ibu tidak mempunyai kontrol pada dirinya,” tutur Hening.

Sikap beberapa orang seputar

Saat orang paling dekat alami hal yang membuat ia tertekan sampai mengakibatkan stres – seperti yang dihadapi ibu yang buang anaknya sendiri – coba untuk dekati orang itu dengan perlahan-lahan.

“Mendekati orang itu dengan perlahan-lahan, bukalah komunikasi sampai ada keyakinan. Bila jalinan baik telah tersambung, dengan psikologis si ibu akan nyaman untuk menceritakan masalahnya,” tutur Hening.

Paling tidak, kedatangan orang yang perduli jadi kontrol di luar pada ketetapan sepihak yang negatif serta membahayakan diri serta bagian keluarga.

Diluar itu, jaga rekanan dengan tetangga satu RT penting juga dikerjakan untuk menahan hal ini berlangsung.

“Bawalah aktif di pekerjaan lingkungan baik sosial atau keagamaan, sebab dengan berhubungan akan buka wacana pada mereka mengenai hidup serta kehidupan,” tutur Hening.

Dia mengemukakan jika waktu satu orang buka wawasannya karena itu orang itu semakin lebih bijak dalam memutuskan.

Masalahnya lingkungan yang positif serta hangat bisa bawa efek positif juga untuk sekitar lingkungan kita.

Supaya korban depresi atau stres dapat pulih, perlu pendekatan psikologis serta kontrol selanjutnya supaya bisa mendapatkan perawatan yang pas sesuai dengan keadaan fisik serta psikologisnya.

“Dengan ekonomi si ibu benar-benar susah untuk membiayai keperluan hidup ditambah lagi membiayai kesehatan ank-anaknya, harusnya ini jadi perhatian dinas sosial serta dinas kesehatan ditempat,” tutur Hening.

Sumber Berita : https://sains.kompas.com/read/2019/08/01/183300423/viral-ibu-buang-anak-psikolog-sebut-depresi-picu-perasaan-tega?page=2

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik