Jum. Feb 28th, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Ilmuwan di Israel Tanam Benih Kurma dari Biji Kuno Berumur 2.000 Tahun

3 min read
Ilmuwan di Israel

Ilmuwan di Israel Tanam Benih Kurma dari Biji Kuno Berumur 2.000 Tahun

Liputandetik.com, Indonesia – Ilmuwan di Israel Tanam Benih Kurma dari Biji Kuno Berumur 2.000 Tahun. Para ilmuwan di Israel menanam kurma dari biji yang berusia 2.000 tahun. Benih yang diketemukan di Gurun Yudea itu ialah benih jantan serta betina yang diinginkan akan membuahkan kurma.

Ilmuwan di Israel Tanam Benih Kurma dari Biji Kuno Berumur 2.000 Tahun. Sebagian kecil biji kurma dari buah yang masak di seputar jaman dulu sudah sukses di Israel selatan, papar beberapa periset.

Dikutip The Guardian, Kamis (6/2/2020), benih-benih itu, yang dipanggil Adam, Jonah, Uriel, Boas, Judith serta Hannah, ialah beberapa benih antara banyak benih yang lain yang diketemukan di beberapa situs arkeologi di Gurun Yudea.

Ini bukanlah kali pertamanya team sukses menumbuhkan benih kuno. Pada 2008 mereka memberikan laporan jika mereka sudah berkecambah benih kurma Yudea yang berumur 1.900 tahun dari Masada, yaitu satu situs kuno yang diperpanjang oleh Herodes Agung pada era pertama SM yang menghadap ke Laut Mati.

Tumbuhan itu jantan, serta dinamakan Methuselah yaitu ciri-ciri paling tua dalam Alkitab.

Tetapi studi baru saja berjalan lebih jauh, bukan sekedar menyertakan makin banyak benih, dan juga menerangkan langkah petani Yudea menanam tanaman yang populer itu.

Penemuan itu bisa membawa hasil selanjutnya: team menjelaskan mereka mengharap bisa mengaplikasikan serbuk sari Methuselah ke Hannah serta diinginkan akan membuahkan bunga dalam dua tahun ke depan, dengan arah membuahkan kurma.

Pohon kurma direncanakan pertama-tama dibudidayakan di Arab serta Mesopotamia (saat ini Irak) lebih dari 6.000 tahun waktu lalu serta pernah menyebar luas di Yudea kuno, daerah Levant. Tidak hanya jadi makanan penting, mereka dipakai untuk menyembuhkan beberapa keadaan medis, terhitung stres serta daya ingat yang jelek.

Baca Juga : 5 Makanan yang Aman Disantap Jelang Tidur

Menanam 32 Biji Kurma Yudea

Beberapa penulis dari Pliny the Elder sampai Herodotus menerangkan mengenai sifat-sifat kurma Yudea, terhitung waktu taruh mereka yang panjang, yang sangat mungkin mereka untuk diangkut jauh serta luas.

Menulis di jurnal Science Advances, Sallon serta rekanan memberikan laporan bagaimana mereka menanam 32 biji kurma Yudea yang diambil dari beberapa situs arkeologi di semua padang pasir Yudea. Ini terhitung di Masada serta gua-gua dalam tempat perlindungan Qumran yang terpopuler sebab sembunyikan gulungan Laut Mati, serta tempat ini dipakai oleh beberapa pengungsi di jaman kuno.

“Saya habiskan waktu berjam-jam di departemen arkeologi membeda-bedakan benih paling baik,” kata Sallon. “Banyak dari mereka mempunyai lubang dimana serangga sudah jemu atau (mereka) hancur amburadul, tapi beberapa betul-betul murni serta saya pilih yang paling baik.” Tuturnya.

Team fragmen radiokarbon mengutarakan jika Hannah serta Adam datang dari satu tempat di antara era pertama serta ke empat SM. Judith serta Boas datang dari periode 200 tahun dari pertengahan era ke-2 SM, serta Uriel dan Jonah dikasih tanggal di antara era pertama serta ke-2.

“Saya orang Yahudi, jadi saya memberikan mereka beberapa nama Yahudi,” kata Sallon, dia memberikan tambahan jika sebelum tipe kelamin tanaman didapati dari analisa genetik, Adam namanya Udara.

Sesaat beberapa benih cuma memerlukan waktu beberapa minggu untuk tumbuh, lainnya memerlukan waktu 1/2 tahun.

Biji Kurma Kuno Lebih Besar dari Biji Kurma Kekinian

Team itu temukan jika biji kurma kuno semakin besar dibanding biji kurma kekinian serta tanaman liar. “Benih sekarang masih seputar 30% lebih kecil dari apa yang mereka tanam di Yudea 2.000 tahun waktu lalu,” kata Sallon.

Analisa genetik mengutarakan jika makin tua benih purba itu, makin “timur” formasi genetika mereka ada.

Hal tersebut kata Sallon, kemungkinan menggambarkan tipe pohon yang tumbuh dengan alami di Yudea saat itu, atau mereka kemungkinan sudah dibawa ke Laut Merah dari Saudi – rute perdagangan kuno.

Hannah serta Judith lebih dekat sama varietas Irak kekinian – suatu hal yang disebutkan Sallon kemungkinan berkaitan dengan kembalinya orang Yahudi dari pengisolasian di Babel di akhir era ke enam SM, beberapa dari mereka sudah kerja di perkebunan kurma Babilonia serta kemungkinan sudah bawa tanaman kembali bersama dengan mereka.

Selain itu, Uriel, Boaz serta Jonah mempunyai andil genetik yang tinggi dari varietas di barat Mesir serta dengan genetik hampir serupa dengan varietas kekinian dari Maroko. “Pendudukan Romawi (dari Yudea) datang dari era pertama serta kemungkinan saat itu mereka bawa varietas kurma dari Afrika utara,” kata Sallon.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik