Sen. Mar 30th, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Ilmuwan Temukan Bangkai Burung Utuh Berusia 46.000 Tahun

2 min read
Ilmuwan Temukan Bangkai Burung Utuh Berusia 46.000 Tahun

Ilmuwan Temukan Bangkai Burung Utuh Berusia 46.000 Tahun

Liputandetik.com, Jakarta – Ilmuwan Temukan Bangkai Burung Utuh Berusia 46.000 Tahun. Sekilas bangkai burung ini kelihatan baru mati beberapa waktu yang kemarin. Tetapi siapa kira fosil burung yang kelihatan masih utuh ini telah berumur 46.000 tahun.

Ilmuwan Temukan Bangkai Burung Utuh Berusia 46.000 Tahun. Burung ini terkubur serta membeku di permafrost di wilayah pedesaan Belaya Gora di timur laut Siberia oleh pelacak fosil gading lokal. Penemuan ini selanjutnya diserahkan kepada team ilmuwan, terhitung Nicolas Dussex serta Love Dalén dari Museum of Alami History Swedia.

Diambil dari CNN, Senin (24/2/2020) hasil dari penanggalan radiokarbon, burung ini direncanakan hidup pada 46.000 tahun yang kemarin.

Seputar 50 mg dari jaringan burung yang masih utuh dipakai untuk ekstraksi DNA serta genome sequencing. Hasilnya mengenali spesies burung ini jadi horned lark (Eremophila alpestris).

Dalén menjelaskan riset memperlihatkan jika burung ini adalah nenek moyang dari dua subspesies lark yang hidup sekarang, satu hidup di utara Russia serta yang lain hidup di stepa Mongolia.

“Penemuan ini memberikan indikasi perkembangan iklim yang berada diakhir Jaman Es yang berbuntut pada terbentuknya subspesies baru,” kata Dalén.

Baca Juga : Penggambaran Unik Bentuk Bumi dari Mantan Penganut Flat Earth

Utuhnya fosil burung ini karena suhu benar-benar dingin yang berada di permafrost. Tetapi dia mengaku spesimen ini sukses diawetkan oleh alam dengan keadaan yang benar-benar bagus.

“Bukti jika spesimen yang kecil serta ringkih itu hampir utuh memperlihatkan jika kotoran atau lumpur diendapkan dengan setahap, atau minimal tanahnya relatif konstan hingga bangkai burung diawetkan dalam kondisi yang benar-benar dekat sama waktu kematian,” kata Dussex.

Bukan hanya bermanfaat untuk tentukan umur serta spesiesnya, fosil yang masih utuh ini masih dapat digali untuk temukan makin banyak info. Contohnya untuk mempelajari perilakunya serta lihat perkembangan iklim yang dirasakan.

Dussex menjelaskan penemuan ini benar-benar bernilai sebab bukan hanya memberi DNA untuk ditelaah, dan juga RNA, asam nukleat yang berada di semua sel hidup.

“Ini akan buka peluang baru untuk pelajari evolusi fauna di jaman es serta mengerti bagaimana tanggapan mereka pada perkembangan iklim sepanjang 50-10 ribu tahun waktu lalu,” sebut Dussex.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik