Sel. Feb 25th, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Jejak Roda Berusia 4.200 Tahun Ditemukan di China Tengah

2 min read
Jejak Roda Berusia 4.200

Jejak Roda Berusia 4.200 Tahun Ditemukan di China Tengah

Liputandetik.com, Jakarta – Jejak Roda Berusia 4.200 Tahun Ditemukan di China Tengah. Beberapa jejak roda berumur minimal 4.200 tahun diketemukan dalam suatu situs di kota kuno yang terdapat di Propinsi Henan, China tengah. Penemuan itu dikeluarkan team arkeologi dari Kota Kuno Pingliangtai dalam suatu komunitas yang diadakan Institut Warisan Budaya serta Arkeologi Propinsi Henan.

Jejak Roda Berusia 4.200 Tahun Ditemukan di China Tengah. Jejak itu membekas di jalanan yang ada tidak jauh dari dinding selatan Pingliangtai, yang diketemukan pada 1980. Lebar sejumlah besar jejak roda itu di antara 0,1 sampai 0,15 mtr..

Titik terdalamnya sampai 0,12 mtr., sesaat jejak terpanjangnya 3,3 mtr., seperti diambil dari Xinhua, Selasa (14/1/2020).

Salah satunya jejak roda punya dua lajur dengan jarak 0,8 mtr., yang disangka adalah jejak semacam kendaraan beroda dua, tutur beberapa arkeolog.

Awalnya, beberapa arkeolog temukan beberapa jejak roda di Relik Erlitou di Yanshi, Henan, yang jadikan riwayat kendaraan di China berumur seputar 3.700 tahun.

Berdasar data arkeologi yang ada, bentuk kendaraan paling tua di China belum juga bisa diyakinkan.

“Jadi, penemuan jejak-jejak roda baru ini punya nilai akademik yang tinggi untuk pelajari terciptanya roda kendaraan di China serta asal-usul kendaraan,” papar Qin Ling, yang memegang jadi kepala team arkeologi Pingliangtai.

Baca Juga : Ilmuwan AS Ciptakan Batu Bata Hidup untuk Bangunan di Mars

Penemuan Kawah Meteor

Kawah meteor dengan diameter 1.850 mtr. serta kedalaman 150 mtr. diketemukan di Daerah Yilan, Propinsi Heilongjiang, China timur laut. Beberapa ilmuwan China di pimpin oleh Institut Geokimia Guangzhou dibawah Akademi Pengetahuan Pengetahuan China, penemuan itu diterbitkan dengan daring di Chinese Science Bulletin pada Selasa 24 Desember.

Terdapat di barat daya Pegunungan Khingan Kecil, kawah meteor berupa mangkok itu sejumlah besar dalam keadaan baik, dengan cuma sepertiga ujungnya yang alami erosi. Sebagian besar ruang lubangnya tertutup oleh pohon betula pendula atau white birch.

Penemuan itu tunjukkan jika kawah Yilan tercipta pada batuan granit Periode Kapur (Cretaceous), tetapi waktu tentu pembentukannya butuh dipelajari selanjutnya.

Selain itu, pengendapan lakustrin dibagian bawah kawah meteor tunjukkan pernah ada danau dalam tempat itu, yang lenyap seputar 10.000 tahun kemarin.

Penemuan ini bisa memberi bukti baru mengenai gletser pada ketinggian rendah di China timur laut pada jaman kuno, serta berperan jadi “laboratorium kawah alami” untuk studi mengenai sains serta geologi planet di waktu akan datang, menurut Chen Ming, seorang profesor di institut itu.

Chen mengaitkan jika kawah seperti itu bisa diketemukan di Daerah Yilan lewat analisa citra satelit pada awal 2019.

Ada seputar 190 kawah meteor yang di konfirmasi di penjuru dunia terhitung satu di Propinsi Liaoning, China timur laut, menurut Earth Impact Database.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik