Sel. Mar 31st, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Kisah Perang 3 Tahun Google Lawan Malware Joker

3 min read
Kisah Perang 3 Tahun Google

Kisah Perang 3 Tahun Google Lawan Malware Joker

Liputandetik.com, Jakarta – Kisah Perang 3 Tahun Google Lawan Malware Joker. Oktober 2019 lalu ada malware namanya Joker yang tiba-tiba terkenal, sebab mendompleng popularitas film Joker yang waktu itu tengah hype. Nyatanya, Google telah berperang menantang malware ini lama.

Kisah Perang 3 Tahun Google Lawan Malware Joker. Sekarang, dengan keseluruhan Google telah meniadakan 1.700 aplikasi yang dimasuki oleh malware yang sebenarnya namanya Bread — selanjutnya dikenal juga dengan nama Joker — ini. Beberapa ribu aplikasi itu berupaya menyelinap ke Play Store sepanjang tiga tahun ke belakang.

Google menggambarkan Joker jadi salah satunya malware paling gigih yang mereka mengmelawan sepanjang beberapa waktu ke belakang, demikian diambil dari Zdnet, Senin (13/1/2020).

Disebutkan gigih sebab umumnya pembuat malware akan menyerah waktu aplikasinya itu telah diketahui. Tetapi pembuat Joker tidak pernah menyerah serta terus membuat versus baru dari malwarenya itu, serta hampir tiap minggu mereka menghasilkan malware baru.

Sepanjang tahun itu, modus yang digunakan tetap sama. Yakni mengubah kecil di sana-sini dengan arah temukan sela di keamanan Play Store. Umumnya eksperimen itu tidak berhasil, tetapi kadang ada pula yang sukses.

Misalnya pada September 2019 waktu periset keamanan Aleksejs Kuprins temukan ada 24 aplikasi yang terinfeksi malware ini di Play Store. Satu bulan selanjutnya ada pula Pradeo Labs yang temukan beberapa aplikasi lain di Play Store yang terinfeksi malware Joker itu.

Tidak berhenti sampai situ, Tren Micro temukan 29 aplikasi dengan Joker di dalamnya beberapa waktu setelah itu. Daftarnya tidak berhenti disana sebab selanjutnya ada pula K7 Security, Dr.Situs, serta Kaspersky yang temukan hal sama.

Baca Juga : Lima Kesalahan Memakai Smartphone. Berikut Penjelasannya

Walau demikian, untungnya Google — menurut pernyataan mereka — dapat hentikan malware itu sebelum pemakainya terinfeksi. Menurut Google pembuat malware ini telah memakai semua trick untuk bersembunyi serta menyelinap tanpa ada terdeteksi.

Malware Joker ini menurut Google bukan malware yang hebat, tetapi cuma gigih dibandingkan malware yang lain.

“Dalam tempo yang tidak sama, kami lihat ada tiga atau lebih variasi malware yang aktif dengan pendekatan yang tidak sama atau membidik operator yang tidak sama. Pada kegiatan puncaknya, kami lihat ada 23 aplikasi yang dimasuki aplikasi ini didaftarkan ke Play Store di pada hari yang sama,” catat Google dalam posting situsnya.

Sela yang digunakan oleh malware Joker ini diantaranya ialah kontrol keamanan, dengan memakai tehnik yang disebutkan ‘versioning’. Yakni dengan menggunggah aplikasi versus ‘bersih’ sebelumnya, dan menyusupkan malware dalam pembaharuan aplikasi.

SMS penipuan serta mengisap pulsa

Joker ialah malware yang ambil keuntungan finansial dari korbannya. Pada versus awal, Joker fokus pada SMS fraud, yang satu bentuk serangannya dengan memaksakan korban mengirim SMS ke nomor premium yang akan mengisap pulsa.

Waktu Google mempererat izin akses SMS di Android, pembuat Joker mengubah taktiknya jadi WAP fraud. Yakni arahkan korban untuk terhubung satu situs pembayaran lewat koneksi WAP, dimana pembayarannya dikerjakan melalui pulsa atau tagihan telephone.

Ke-2 tehnik ini terkenal di golongan pembuat malware, pasalnya cara pembayaran di tehnik ini cuma memakai verifikasi piranti, bukan verifikasi pemakainya.

Tujuannya ialah operator telekomunikasi cuma dapat mengonfirmasi keinginan dari piranti korban, tetapi mereka tidak dapat tahu apa keinginan itu dikerjakan langsung oleh pemakai atau dikerjakan oleh malware.

Malware WAP ini jadi permasalahan besar pada tahun 2000-an serta mulai ada kembali ke 2017. Sekarang, menurut Google, tindakan Joker dapat disebut ialah pucuk dari pola penipuan lewat WAP.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik