Jum. Feb 28th, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Mengenal Seks Karezza, Teknik Menikmati Bercinta Tanpa Perlu Orgasme

2 min read
Mengenal Seks Karezza

Mengenal Seks Karezza, Teknik Menikmati Bercinta Tanpa Perlu Orgasme

Liputandetik.com, Jakarta – Mengenal Seks Karezza, Teknik Menikmati Bercinta Tanpa Perlu Orgasme. Kebanyakan pasangan melakukan hubungan seks dengan tujuan untuk mencapai orgasme. Orgasme menjadi tujuan utama sebagai tanda kepuasan dan puncak gairah seksual yang disebut dengan istilah klimaks.

Mengenal Seks Karezza, Teknik Menikmati Bercinta Tanpa Perlu Orgasme. Namun tahukah Anda bahwa ada jenis seks yang sama sekali tidak menjadikan orgasme sebagai tujuan utama yaitu, seks Karezza? Dalam seks Karezza hanya keintiman dan kasih sayang yang ingin dicapai.

Lalu apa enaknya melakukan hubungan seks yang santai seperti ini? Berikut penjelasannya.

Karezza adalah hubungan seks yang lembut dan penuh kasih sayang. Istilah ini berasal dari bahasa Italia carezza yang berarti belaian. Tak seperti hubungan seks lainnya, tujuan dari Karezza bukanlah orgasme melainkan perasaan santai dan dekat dengan pasangan Anda.

Dalam seks Karezza pasangan didorong untuk bersikap sesantai mungkin dan mengambil napas dalam-dalam ketika energi kuat saat berhubungan mulai bergejolak.

Aktivitas seks yang satu ini lebih melibatkan aktivitas seperti senyuman, tatap mata, dan kontak kulit ke kulit. Oleh karena itu, Karezza biasanya jauh lebih lambat dan santai dibandingkan dengan hubungan seks pada umumnya yang cenderung menggebu-gebu.

Ahli teori seks J. William Lloyd menuliskan dalam bukunya The Karezza Method bahwa tujuan utama Karezza adalah mempertahankan energi seksual yang kuat dan mencegah atau mengurangi hasrat seksual.

Baca Juga : Temuan Baru Ilmuwan Italia Ungkap Suara Penguin Mirip Hukum Linguistik

Meski terlihat mudah tapi sebenarnya seks Karezza cukup sulit dilakukan bagi pasangan yang belum pernah mencobanya. Anda akan membutuhkan banyak latihan untuk menyempurnakan seks yang satu ini agar tidak terasa membosankan. Pastikan bahwa Anda dan pasangan sama-sama berkomitmen untuk mencoba teknik ini sehingga bisa saling mendukung satu sama lain.

Lloyd juga menekankan perlunya ketenangan, kehangatan, dan relaksasi dalam teknik seks yang satu ini. Mungkin Anda bisa memulainya dengan belaian dan komunikasi verbal seperti kata-kata romantis atau pujian mesra lainnya.

Lalu Anda bisa mulai menyentuh dan membelai tubuh pasangan dengan lembut. Namun ingat, fokus seks Karezza yaitu pada perasaan cinta, bukan nafsu belaka.

Selain itu seks Karezza mampu meningkatkan perasaan bahagia di otak. Pasalnya, aktivitas seksual seperti berpelukan, tersenyum, dan berciuman bisa meningkatkan kadar hormon oksitosin di dalam tubuh.

Oksitosin merupakan hormon yang bisa membantu mengurangi stres. Bahkan, oksitosin yang dilepaskan di otak bisa memberikan efek menenangkan sehingga membantu tidur menjadi lebih nyenyak.

Dan menurut dr Raymonde Jean dari St. Luke’s-Roosevelt Hospital Center, New York City, bahwa saat kamu tidur lebih nyenyak maka secara otomatis kualitas hidup akan menjadi lebih baik. Tidur cukup juga membantu mengurangi radang dan nyeri.

Penelitian menunjukkan orang yang kualitas tidurnya buruk atau kurang tidur memiliki kadar protein penyebab peradangan di dalam darah yang lebih tinggi.

Para ahli merekomendasikan Anda untuk mencoba teknik seks yang satu ini setidaknya selama tiga minggu. Dan lihat apa ada perbedaan dalam hubungan Anda dengan pasangan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik