Jum. Jan 24th, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Misteri Meteor Jatuh ke Bumi 790 Ribu Tahun Lalu

2 min read
Misteri Meteor Jatuh

Liputandetik.com, Jakarta – Misteri Meteor Jatuh ke Bumi 790 Ribu Tahun Lalu. Misteri meteor raksasa yang jatuh ke Bumi 790 ribu tahun kemarin nampaknya mulai tersingkap, sesudah beberapa ilmuwan temukan tempat jatuhnya meteor itu.

Misteri Meteor Jatuh ke Bumi 790 Ribu Tahun Lalu. Meteor atau persisnya asteroid itu memiliki ukuran besar sekali, hampir 2 km. Waktu jatuh, asteroid ini menebarkan debu yang tutupi seputar 20% Bumi. Awalnya, tempat jatuhnya asteroid ini tidak didapati oleh manusia.

Studi paling baru mengutarakan, beberapa ilmuwan temukan kawah sebagai tempat jatuhya asteroid itu, yang direncanakan berada di dataran tinggi vulkanis Bolaven, di Laos, demikian diambil detikINET dari CNN.

Kawah itu tersimpan dibawah tumpukan lava yang berada di dataran tinggi itu. Penemuan ini diterbitkan dalam jurnal berjudul Proceedings of the National Academy of Sciences.

Hantaman asteroid ini membuahkan satu material seperti kelereng yang namanya tektite, yang diketemukan di seputar titik jatuhnya asteroid itu. Beberapa ilmuwan yakin, tektite ini tercipta bermaterial di Bumi yang meleleh waktu ditabrak asteroid, serta material itu terlempar ke atmosfer sebelum pada akhirnya jatuh kembali pada bumi.

“Munculnya (material ini) tunjukkan jika meteroit yang jatuh sangat besar dengan velositas cepat sekali hingga dapat meluluhkan bebatuan yang dihantamnya,” tutur Profesor Kerry Sieh, salah satunya periset yang menulis jurnal itu.

Baca Juga : Planet Jupiter Lemparkan Asteroid dan Komet ke Bumi

Material tektite ini sebetulnya banyak diketemukan di hampir semua penjuru dunia, terkecuali antartika. Umur material ini juga beragam, mulai dari 750 ribu tahun sampai 35,5 juta tahun.

Tetapi sebagian besar material itu telah didapati aslinya, terkecuali material yang berada di ruang Australian, persisnya yang menyebar dari China sisi selatan sampai Australia sisi selatan.

Serta ini ialah ruang tektite paling besar yang didapati manusia, dengan luas hampir 10% permukaan Bumi. Luasnya sebaran tektite berikut yang membuat perkiraan tempat jatuhnya asteorid ini berbagai macam, dari sisi utara Kamboja, China sisi selatan, sampai ke Thailand.

“Tetapi studi kami ialah yang pertama menyatukan banyak bukti dari kandungan tektite sampai karakter fisik, dan dari pengukuran gravitasi sampai pengukuran usia lava yang tutupi kawah itu,” lebih Sieh.

Dia mengatakan, tempat kawah sisa hantaman asteroid itu sangat besar, dengan panjang 17 km serta lebar 13 km. Tetapi menurut dia, ada banyak langkah yang perlu ditempuh untuk menunjukkan penemuan ini.

Diantaranya ialah mengebor dengan kedalaman beberapa ratus mtr. untuk memeriksa apa batuan yang tersimpan dibawah lava itu pas dengan bebatuan yang umumnya diketemukan di kawah tempat jatuhnya asteroid.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik