Jum. Jan 24th, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Modifikasi Cuaca Turunkan Intensitas Hujan Jabodetabek

2 min read
Modifikasi Cuaca

Modifikasi Cuaca Turunkan Intensitas Hujan Jabodetabek

Liputandetik.com, Jakarta – Modifikasi Cuaca Turunkan Intensitas Hujan Jabodetabek. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang P.S Me operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dikerjakan BPPT bersama dengan TNI Angkatan Udara, sukses turunkan intensif hujan di Jabodetabek.

Modifikasi Cuaca Turunkan Intensitas Hujan Jabodetabek. “Berdasar statistik, kita dapat kurangi di antara 30-50% dari hujan yang sebaiknya jatuh di sini (Jabodetabek),” katanya selesai mengevaluasi posko operasi TMC di Skadron Udara 2, Lanud Halim Pertama Kusuma, Jakarta (11/1), seperti diambil dari info resmi Kemenristek.

Modifikasi cuaca dikerjakan dengan menaburkan garam pada awan hujan di ruang yang mempunyai potensi bawa awan hujan itu masuk daerah Jabodetabek.

Dalam kunjungannya bersama dengan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza serta Panglima Komando Operasi TNI AU I (Pangkoopsau I) M. Khairil Lubis, Menteri Bambang memperjelas tehnologi mitigasi musibah jadi prioritas peningkatan analisa di Indonesia sekarang.

Ini dikerjakan sebab Indonesia riskan berlangsung beberapa musibah seperti banjir, gempa bumi, tsunami, longsor, kebakaran, serta yang lain. Oleh karenanya program ‘multi hazards warning system’ butuh dikerjakan terus-terusan, sebab musibah di Indonesia bukan sekedar berbentuk banjir.

Menteri Bambang juga mengemukakan terima kasih atas kerja sama yang benar-benar baik di antara BPPT, TNI AU, BMKG, BNPB, serta Pemerintah Wilayah yang belum pernah capek terus-terusan memberi dukungan TMC, hingga pengurangan curah hujan betul-betul dirasa oleh wilayah terpengaruh seperti Jabodetabek.

Baca Juga : Kehidupan Alien Selangkah Lagi Dibuktikan Para Ilmuwan

Selanjutnya, Menteri Bambang inginkan kerja sama serta program implementasi program TMC ini bisa dipakai tidak cuma pada musim hujan untuk mengalihkan tempat turunnya hujan, tapi dapat digunakan untuk menangani kebakaran rimba serta tempat (karhutla).

Selain itu, Kepala BPPT Hammam Riza menjelaskan akan memaksimalkan usaha aplikasi TMC, mengingat sekarang masuk pucuk musim hujan. Ia menerangkan, sekarang penerapan operasi TMC untuk penanggulangan banjir Jabodetabek 2020 telah masuk hari ke sembilan.

Bersinergi dengan BNPB, BMKG, serta TNI AU, Hammam menjelaskan spesial tanggal 10-13 Januari 2020, operasi modifikasi cuaca akan berjalan lebih intens.

“Kami akan terbang sampai empat sampai lima sorti penerbangan. Ini jadi ikhtiar untuk kurangi kekuatan curah hujan yang tinggi sekali, mengingat masuk pucuk musim hujan,” katanya.

Untuk memberi dukungan operasi TMC, TNI AU mengerahkan dua pesawat yakni CN-295 Skadron Udara 2 Lanud Halim Pertama Kusuma Jakarta, serta C-212 Cassa Skadron Udara 4 Lanud Abdul Rachman Saleh Malang.

TMC dikerjakan dengan menyemai garam NaCl di awan aktif dari kabin pesawat CN-295 serta C-212 Cassa yang telah diubah dengan konsul spesial. Sekali terbang, CN-295 dapat bawa 2,4 ton garam serta C-212 memiliki 800 kg. Rata-rata dalam satu hari, pesawat TNI AU dapat melakukan 3x sorti penerbangan, sesuai keadaan di lapangan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik