Sen. Mar 30th, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Perbedaan PCR dan Rapid Test, Sama-sama Tes Corona

3 min read
Perbedaan PCR dan Rapid

Perbedaan PCR dan Rapid Test, Sama-sama Tes Corona

Liputandetik.com, Jakarta – Perbedaan PCR dan Rapid Test, Sama-sama Tes Corona. Pemerintah memperhitungkan kontrol virus corona COVID-19 dengan rapid test seperti digunakan di sejumlah negara lain. Tipe tes ini diklaim memberi hasil bertambah cepat dibandingkan tes yang sejauh ini dipakai.

Perbedaan PCR dan Rapid Test, Sama-sama Tes Corona. “Kami barusan rapat untuk mulai lakukan analisis berkaitan dengan rapid test seperti yang dikerjakan di negara lain, butuh dimengerti rapid test ini mempunyai langkah yang tidak sama secara sejauh ini kami pakai,” kata jubir pemerintah untuk perlakuan COVID-19, Ahmad Yurianto, di kantor BNPB, Rabu (18/3/2020).

Sebelum gunakan rapid test, kontrol virus corona COVID-19 sejauh ini memakai PCR (polymerase chain reaction) atau RT-PCR (real time polymerase chain reaction). Dibandingkan rapid test, RT-PCR memerlukan waktu lebih lama serta ongkos yang relatif tambah mahal.

Lebih detilnya, di bawah ini banyak hal yang memperbedakan kedua-duanya.

Sampel yang dipakai

RT-PCT memakai sampel usapan lendir dari hidung atau tenggorokan. Tempat ini diambil sebab jadi tempat virus berreplikasi. Selain itu, rapid test memakai sampel darah.

Langkah kerja

Virus yang aktif mempunyai material genetika yang dapat berbentuk DNA atau RNA. Pada virus corona, material genetiknya ialah RNA. Nah, RNA berikut yang diamplifikasi dengan RT-PCR hingga dapat diketahui.

Rapid test kerja secara tidak sama. Virus corona COVID-19 tidak hidup di darah, tapi seorang yang terkena akan membuat anti-bodi yang disebutkan immunoglobulin, yang dapat diketahui di darah. Immunoglobulin berikut yang diketahui dengan rapid test.

Simpelnya, RT-PCR mengetahui kehadiran virus sedang rapid test mengetahui apa seorang pernah terkena atau mungkin tidak.

Baca Juga : 13 Istilah Virus Corona dan Artinya, Social Distancing hingga Lockdown

Berkaitan langkah kerja, RT-PCR harus ditangani di laboratorium dengan standard biosafety level khusus. Rapid test lebih praktis sebab dapat dikerjakan dimanapun.

Ketepatan

Ahmad Rusdan Handoyo Utomo PhD, Principal Investigator, Stem-cell and Cancer Research Institute, menerangkan jika rapid test dapat memberi hasil ‘false negative’ yaitu terlihat negatif walau sebetulnya positif. Ini berlangsung jika tes dikerjakan pada babak yang tidak pas.

“Data anti-bodi tidak selamanya bertepatan dengan data PCR. Saat data PCR memperlihatkan virus RNA terdeteksi, terkadang anti-bodi belum tercipta,” tuturnya.

Peluang false negative ini disinggung oleh jubir pemerintah untuk perlakuan COVID-19, Achmad Yurianto.

“Cuma permasalahannya jika yang dicheck immunoglobulin-nya karena itu kita perlu reaksi immunoglobulin dari seorang yang terkena minimal satu minggu sebab jika belum satu minggu terkena atau terkena kurang dari satu minggu pembacaan immunoglobulin-nya akan tampilkan deskripsi negatif,” kata Yuri.

Lama waktu kontrol

RT-PCR jelas memerlukan waktu lebih lama. Belum terhitung waktu pengiriman sampel sebab kontrol virus corona sempat dipusatkan cuma di laboratorium Litbangkes (Riset serta Peningkatan Kesehatan) di Jakarta. Rapid test dapat dikerjakan kapanpun serta cuma perlu waktu 15-20 menit untuk memperoleh hasilnya.

“Untuk skrining di lapangan terbang contohnya, rapid diagnostik cukup menjanjikan hanya karena 20 menit,” kata Ahmad.

Untuk keperluan massive screening serta temukan makin banyak masalah, rapid test berbasiskan anti-bodi dipandang jadi pilihan yang pas.

Ongkos

Rapid test diklaim lebih ekonomis dibandingkan RT-PCR. Dalam satu interviu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes), Siswanto, memberi prediksi biata RT-PCR.

“Per orang rata-rata keseluruhan unit biaya dari mulai mengambil spesimen, transport, kontrol PCR seputar Rp 1,5 juta,” ucapnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik