Sab. Jan 18th, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Viral Seks Gangbang di Garut, Jawa Barat

2 min read
Video sex gangbang yang dibikin di Garut

Video sex gangbang yang dibikin di Garut

Liputandetik,com, Jakarta – Video Viral seks gangbang yang dibikin di Garut, Jawa Barat, tengah viral akhir-akhir ini. Seks Gangbang sendiri adalah satu diantara fantasi sex ‘brutal’ sebab menyertakan beberapa orang pada sebuah session bercinta.

Praktisi kesehatan reproduksi dari RS Pondok Indah – Puri Indah, dr Ni Komang Yeni Dhana Sari, SpOG, memperingatkan efek dibalik tingkah laku sex yang ‘brutal‘ serta tidak lumrah. Diantaranya ialah efek kehancuran anatomi.

“Yang paling bahaya kan yang satu sadis yang satu tidak. Ini semakin banyak ke trauma psikis. Jika ke vagina sendiri paling robek atau infeksi,” tuturnya pada detikHealth, Rabu (14/8/2019).

Menurut dr Yeni, hubungan seksual yang aman buat organ reproduksi wanita mewajibkan rasa nyaman di kedua pihak. Sobek pada organ kewanitaan dapat berlangsung sebab pemaksaan.

Awalnya, psikolog klinis dari Personal Growth, Ni Made Diah Ayu Anggreini, MPsi, menyebutkan ada banyak peluang dibalik tingkah laku sex gangbang. Diantaranya terkait dengan fantasi seksual.

“Umumnya untuk memberi kepuasan fantasi seksnya. Kenikmatan seksnya dapat terwujud jika telah lakukan itu (sex gangbang -red)” katanya.

Video berdurasi 1 menit 7 detik yang menyebar di sosial media ini menghebohkan masyarakat Garut semenjak Selasa (13/8) tempo hari.

Ada tiga lelaki serta seseorang gadis dalam video itu. Kelihatan ada banyak ornament menonjol di kamar yang dipakai kegiatan hubungan seksual, diantaranya selimut biru tua, seprai biru muda, dan tembok bercat krem.

Dalam upload video itu, ada cerita menyebutkan satu diantara nama seseorang wanita. Tidak ada pembicaraan di antara wanita serta ke-3 orang lelaki dalam video ini.

Video porno ‘seks gangbang’ yang tersebar luas ini menggelisahkan masyarakat Garut. Diantaranya Rianty Tisna Dewi (23). Rianty menjelaskan hal itu membuat orangtua cemas.

“Yang menjadi cemas itu, ini kan tersebar tanpa ada sensor di sosial media. Sedang sosial media dapat dibuka semua golongan. Jadi orangtua, saya cemas,” sebut Rianty di Polres Garut, Kamis.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik