Sel. Feb 25th, 2020

Liputan Detik

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Suhu Lautan pada 2019 Capai Titik Terpanas dalam Sejarah

2 min read
Suhu Lautan pada 2019

Suhu Lautan pada 2019 Capai Titik Terpanas dalam Sejarah

Liputandetik.com, Jakarta – Suhu Lautan pada 2019 Capai Titik Terpanas dalam Sejarah. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Chinese Journal Advances in Atmospheric Sciences mengutarakan jika suhu laut pada 2019 jadi yang terpanas dalam riwayat.

Suhu Lautan pada 2019 Capai Titik Terpanas dalam Sejarah. Diambil dari DW Indonesia, Rabu (15/1/2020), laporan yang mengikutkan bukti selanjutnya mengenai pemanasan global itu menyebutkan pemanasan suhu laut berjalan bertambah cepat.

Riset itu memvisualisasikan dampak manusia pada pemanasan suhu laut serta tunjukkan jika kenaikan permukaan laut, pengasaman air laut serta cuaca berlebihan dapat jadi lebih jelek jika lautan terus menyerap panas berlebihan.

“Pergerakan pemanasan sudah bertambah 500 % semenjak akhir 1980-an,” tutur John Abraham, salah satunya periset studi yang terjebak dalam studi itu, pada NBC News.

Abraham yang disebut profesor di bagian thermal science di Kampus St. Thomas di St. Paul, Minnesota akui tidak kaget dengan hasil riset itu.

“Penemuan itu, sebenarnya, telah disangka. Pemanasan terus bersambung, makin cepat, serta tidak segera surut. Terkecuali kita lakukan suatu hal yang relevan serta cepat, ini betul-betul berita yang mengerikan.”

Baca Juga : Kerangka di Rumah Kosong, Ini 5 Bagian Tubuh yang Lama Terurai

Tingkat Mencemaskan

Berdasar laporan riset itu, tingkat pemanasan suhu laut sudah sampai titik yang mencemaskan. Riset itu tunjukkan jika pergerakan pemanasan sudah bertambah cepat hampir 4,5 kali dalam kurun waktu paling akhir, yaitu pada periode tahun 1987 sampai 2019, jika dibanding dengan periode tahun 1955 sampai 1986.

Abraham serta rekan-rekannya menjelaskan jika suhu rata-rata laut pada tahun 2019 sampai 0,075 derajat Celsius di atas rata-rata tahun 1981 sampai 2019.

Walau nampaknya tidak tinggi, angka itu sebagai wakil sebagian besar suhu panas yang menebar di lautan.

Penulis penting studi, Lijing Cheng, seorang profesor di Institut Fisika Atmosfer di Beijing, menyamai penambahan panas laut sepanjang 25 tahun paling akhir dengan panas dari ledakan 3,6 miliar bom atom Hiroshima.

Penambahan suhu lautan memiliki efek yang luas, baik untuk kehidupan di laut atau darat. Serta, beberapa pakar menyebutkan kebakaran rimba belakangan ini di Australia jadi dampak riil karena naiknya suhu di lautan yang berefek ke daratan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Komentar Terbaik