Thu. Dec 12th, 2019

Berita Hari Ini Dan Prediksi Bola Indonesia

Tentang Donor Darah : 8 Syarat, Larangan, Cara, dan Manfaatnya

4 min read
Tentang Donor Darah

Tentang Donor Darah : 8 Syarat, Larangan, Cara, dan Manfaatnya

Liputandetik.com, Jakarta – Tentang Donor Darah : 8 Syarat, Larangan, Cara, dan Manfaatnya. Donor darah ialah pekerjaan memberi darah pada satu orang dengan suka-rela. Tetapi tidak asal-asalan kamu dapat mendonorkan darah. Ada syarat-syaratnya. Apa sajakah?

Tentang Donor Darah : 8 Syarat, Larangan, Cara, dan Manfaatnya. Donor darah diatur dalam Ketentuan Pemerintah N0. 7/ 2011 mengenai Pelayanan Darah. Dalam PP itu disebut penyelenggaraan donor darah dan pengolahan darah dikerjakan oleh Unit Donor Darah (UDD) yang diadakan oleh organisasi sosial dengan pekerjaan inti serta manfaatnya di bagian Kepalangmerahan atau dalam soal ini Palang Merah Indonesia (PMI).

Tentang Donor Darah. Tiap tahunnya, PMI membidik sampai 4,5 juta kantong darah sesuai keperluan darah nasional. Sesuai dengan standard Lembaga Kesehatan Internasional (WHO) yakni 2% dari jumlahnya masyarakat untuk sehari-harinya.

Baca Juga : Jadwal Indonesia All Stars Vs Arsenal di U-20 International Cup

Apa Saja Syarat Donor Darah?

Diambil dari Situs Palang Merah Indonesia (PMI), syarat donor darah yaitu:

  1. Umur 17-60 tahun (umur 17 tahun dibolehkan jadi donor jika mendapatkan izin tercatat dari orang-tua)
  2. Berat tubuh minimum 45 kg
  3. Temperatur badan 36,6 – 37,5 derajat Celcius
  4. Tekanan darah baik yakni sistole = 110-160 mmHg, diastole = 70-100 mmHg
  5. Denyut nadi teratur yakni seputar 50-100 kali/menit
  6. Hemoglobin wanita minimum 12 gr, sedang untuk lelaki minimum 12,5 gr
  7. Jumlahnya penyumbangan per tahun terbanyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurangnya 3 bulan
  8. Calon donor bisa ambil serta tanda-tangani formulir pendaftaran, lalu jalani kontrol pendahuluan, seperti keadaan berat tubuh, HB, kelompok darah, serta diteruskan dengan kontrol dokter.

Kamu dilarang donor darah jika:

  • Pernah menderita Hepatitis B
  • Dalam jangka waktu 6 bulan setelah kontak erat dengan pasien hepatitis
  • Dalam jangka waktu 6 bulan setelah mendapatkan transfusi
  • Dalam jangka waktu 6 bulan setelah tato/tindik telinga
  • Dalam jangka waktu 72 jam setelah operasi gigi
  • Dalam jangka waktu 6 bulan setelah operasi kecil
  • Dalam jangka waktu 12 bulan setelah operasi kecil
  • Dalam jangka waktu 24 jam setelah vaksinasi polio, influenza, kolera, stetanus dipteria atau profilaksis
  • Dalam jangka waktu 2 minggu setelah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles serta tetanus toxin
  • Dalam jangka waktu 1 tahun setelah injeksi paling akhir imunisasi rabies therapeutic
  • Dalam jangka waktu 1 minggu setelah tanda-tanda alergi lenyap
  • Dalam jangka waktu 1 tahun setelah transplantasi kulit
  • Sedang hamil serta dalam periode waktu 6 bulan setelah persalinan
  • Sedang menyusui
  • Ketergantungan obat
  • Alkoholisme kronis serta akut
  • Mengidap Sifilis
  • Menderita Tuberkulosis dengan klinis
  • Menderita epilepsi serta seringkali kejang
  • Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk
  • Mempunyai cenderung perdarahan atau penyakit darah, contohnya thalasemia
  • Seseorang yang terhitung barisan warga yang beresiko tinggi memperoleh HIV serta AIDS (homoseks, morfinis, berubah-ubah pasangan sex serta pengguna jarum suntik tidak steril)
  • Pengidap HIV serta AIDS menurut hasil kontrol waktu donor darah
  • Syarat donor darah untuk wanita, alangkah lebih baiknya untuk bersabar serta menanti sampai waktu menstruasi usai baru kamu bisa donor darah. Bila masih memaksa untuk lakukan donor darah waktu haid, bukan mustahil kamu akan lemas, pusing, kecapekan, sampai jatuh tidak sadarkan diri karena kehilangan lumayan banyak darah.

Sebelum melakukan donor darah, kamu harus juga tahu manfaatnya. Berikut manfaat bila kamu melakukan donor darah :

  • Menjaga Kesehatan Jantung
    Tingginya kandungan zat besi dalam darah akan membuat satu orang jadi lebih rawan pada penyakit jantung. Zat besi yang terlalu berlebih di darah dapat mengakibatkan oksidasi cholesterol. Produk oksidasi itu akan menumpuk pada dinding arteri serta ini sama juga dengan jadi besar kesempatan terserang serangan jantung serta stroke. Waktu kita teratur mendonorkan darah karena itu jumlahnya zat besi dalam darah dapat lebih konstan. Berarti turunkan efek penyakit jantung.
  • Meningkatkan Produksi Sel Darah Merah
    Donor darah akan menolong badan kurangi jumlahnya sel darah merah dalam darah. Tidak butuh cemas dengan menyusutnya sel darah merah, sebab sumsum tulang belakang akan selekasnya isi lagi sel darah merah yang sudah hilang. Hasilnya, jadi pendonor kita akan memperoleh suplai darah baru setiap saat kita mendonorkan darah. Oleh karenanya, donor darah jadi langkah yang baik untuk merangsang pengerjaan darah baru.
  • Membantu Turunkan Berat Tubuh
    Nah, ini berita baik untuk kamu yang sedang diet. Jadi donor darah salah satu cara diet serta pembakaran kalori yang ampuh. Karena dengan memberi seputar 450 ml darah, akan menolong proses pembakaran kalori kurang lebih 650. Itu ialah jumlahnya kalori yang banyak untuk bikin pinggang kita ramping.
  • Mendapatkan Kesehatan Psikologis
    Memberikan hal yang tidak ternilai harga pada yang memerlukan akan membuat kita rasakan kenikmatan psikologis. Serta orang lanjut usia yang teratur jadi pendonor darah akan rasakan masih tambah energi serta fit.
  • Mendeteksi Penyakit Serius
    Setiap saat kita ingin mendonorkan darah, mekanisme standarnya ialah darah kita akan dicheck dari beberapa jenis penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, serta malaria. Buat yang terima donor darah, ini ialah info penting untuk menghadapi penyebaran penyakit lewat transfusi darah. Sedang buat kamu, ini ialah ‘rambu peringatan’ yang baik supaya kamu lebih perhatian pada keadaan kesehatan sendiri.

Sesudah mengetahui syarat donor darah, berikut cara berdonor darah:

Caranya dengan hadir ke Unit Donor Darah (UDD) terdekat dan lakukan beberapa langkah berikut:

  • Mengambil formulir pendaftaran donor
  • Membaca pesan donor serta isi formulir donor yang berisi mengenai pertanyaan kisah medis (inform consent) dan jati diri donor
  • Menandatangani formulir pendaftaran
  • Pemeriksaan pendahuluan yakni penimbangan berat tubuh, kontrol Hb, serta kelompok darah
  • Pemeriksaan dokter terhitung interviu serta kontrol tekanan darah
  • Pengambilan darah serta sample darah
  • Pengambilan kartu donor
  • Istirahat (donor disiapkan makanan alternatif)
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *